Berita Terbaru :

13 January 2008

PEMELIHARAAN TERNAK KAMBING

Pemeliharaan ternak kambing di pedesaan merupakan bagian dari usaha tani, dengan jumlah ternak relatif lebih sedikit. Sistem pemeliharaan masih dilaksanakan secara tradisional dengan cara dikandangkan atau setengah digembalakan. Bentuk kandang masih sangat sederhana. Pakan hijauan yang diberikan berasal dari hijauan dan daun-daunan yang ada disekitarnya. Penanaman untuk pakan hijauan belum dilaksanakan. Pada umumnya ternak kambing yang dipelihara di Indonesia adalah jenis ternak kambing sebagai berikut:

  1. Kambing Kacang, kambing ini merLuas Kandang upakan kambing asli Indonesia. Dengan ciri-ciri fisik sebagai berikut: badan kecil dan pendek, kadang-kadang terdapat gelambir kecil di leher bagian atas. Baik betina maupun jantan kebanyakan bertanduk, telinga berukuran sedan, leher pendek dan tebal, punggung agak melengkung, ekor kecil dan tegak, bulu pada yang betina pendek sedangkan yang jantan panjang. Warna bulu bervariasi dari hitam, coklat, putih dan kombinasinya, temperamennya gesit, terampil dalam mencari pakan. Kambing kacang merupakan ternak potong dan penghasil daging yang baik.
  2. Kambing Etawa, kambing ini berasal dari Jannapari – India, dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1908 guna memperbaiki mutu kambing kacang. Kambing etawa ini mempunyai ciri-ciri fisik sebagai berikut: badang agak besar, hidung melengkung, telinga panjang menggantung, kaki dan bulu kaki panjang, warna bulu badan pada umumnya putih atau coklat muda kekuningan, dibagian leher dan kepala berwarna coklat, ambing besar dan panjang. Kambing ini merupakan kambing perah yang produksi susunya mencapai 3 – 4 liter/hari.
  3. Kambing Peranakan Etawa, kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing kacang dengan kambing etawa yang telah terjadi beberapa puluh tahun lalu. Kambing ini merupakan kambing yang sudah beradaptasi dengan kondisi Indonesia, hingga sering disebut kambing lokal. Ciri-ciri fisik berada antara kambing kacang dengan kambing etawa.
  4. Kambing Saanen, kambing ini diimpor dari Austalia pada tahun 1978 dan ditempatkan dipeternakan Tapos. Keturunannya telah banyak disebarluaskan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai upaya untuk meningkatkan mutu kambing rakyat setempat. Kambing ini mempunyai ciri-ciri fisik sebagai berikut: berbulu pendek tapi rapat dibandingkan dengan kambing kacang, warna bulu putih mulus dan sedikit agak krem. Baik yang jantan maupun betina berjenggot. Merupakan kambing perah, karena ambingnya besar dan puting berbentuk kerucut. Produksi sus berkisar 2-5 liter/hari.
  5. Kambing Gembrong, kambing ini terdapat di pantai timur Pulau Bali. Badannya lebih besar dari kambing kacang, bentuk muka sedikit cembung dan bentuk telinga kecil. Baik yang jantan maupun betina berjenggot dan bertanduk, leher pendek dan agak tipis, bulu tipis dan agak panjang. Pada yang betina panjang bulunya dapat mencapai 20 – 22 cm.

Bibit

Umumnya ternak kambing di Indonesia beranak pertama kali pada umur 15 – 19 bulan. Cepat atau lambatnya masa beranak yang pertama sangat tergantung pada kualitas pakan yang diberikan, mutu bobot yang dipelihara, serta tatalaksana pemeliharaan yang baik. Untuk mendapatkan mutu bobot kambing yang baik harus berasal dari daerah sumber bibit yang telah ditetapkan atau dari perusahaan yang telah memiliki izin usaha pembibitan. Dalam pemilihan bibit ternak kambing harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Sehat dan bebas dari segala cacat fisik seperti cacat mata (kebutaan), tanduk patah, lumpuh, pincang, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung dan atau cacat fisik lainnya.
  2. Kambing betina harus bebas dari cacat alat reproduksi, tidak menunjukkan gejala kemandulan, berumur antara 8 – 12 bulan (dewasa kelamin) dengan berat badan 12- 16 kg (dewasa tubuh). Berasal dari keturunan yang sehat dan tidak pernah terserang oleh penyakit. Mempunyai daya pertumbuhan yang lebih cepat, mampu menyesuaikan diri dengan pakan yang tersedia.
  3. Kambing jantan tidak menderita cacat pada alat kelamin, telah berumur 9 – 12 bulan (dewasa kelamin) dengan berat badan 18 – 20 kg (dewasa tubuh), dada lebar dan dalam, badan panjang dan punggung rata serta otot tubuh kuat dan padat.

Pemeliharaan

Pemeliharaan ternak kambing harus memiliki bangunan kandang yang kuat dan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pemeliharaan, serta kondisi setempat.

  1. Kandang harus kuat, terbuat dari bahan yang ekonomis. Konstruksi kandang harus dapat menjamin ternak kambing terhindar dari kecelakaan dan kerusakan fisik. Harus memenuhi syarat kesehatan, mudah dibersihkan, dan mudah melakukan desinfeksi kandang. Mempunyai drainase yang baik terutama dalam pembuangan limbah, dapat memenuhi daya tampung, usahakan udara segar masuk ke dalam kandang secara bebas, dan dilengkapi dengan tempat makan dan minum.
  2. Untuk mengetahui kebutuhan luas kandang, maka di bawah ini diberikan patokan luas/ekor berdasarkan jenis dan keadaan kambing tersebut: Jantan Dewasa Umur 12 bulan Luas Kandang 1.2 m2, untuk Betina Dewasa Umur 12 bulan Luas Kandang 1.0 m2, Kambing Muda Umur 7 - 12 bulan Luas Kandang 0.75 m2, Anak Kambing 7 bulan Luas Kandang 0.5 m2, sedangkan Kandang induk yang menyusui + setiap ekor anak kambing Luas Kandang 1.0 + 0.5 m2
  3. Jarak antara kandang dan bukan kandang minimal 25 m.

Pakan

Penyediaan dan pemberian pakan merupakan faktor yang paling menentukan. Pakan ternak kambing terdiri dari pakan hijauan yang berasal dari rumput-rumputan, daun-daunan dan hasil sampingan tanaman pertanian. Disamping pakan hijauan juga diberikan pakan konsentrat yang berasal dari campuran dedak padi, tepung atau butiran jagung atau bahan pakan lainnya yang ada disekitar kita. Pemberian pakan konsentrat ini harus disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan ternak kambing. Dalam pemberian pakan kambing, yang perlu diperhatikan kebutuhan zat-zat yang terkandung dalam pakan tersebut. Seperti: protein, energy, mineral, serat kasar dan vitamin. Kebutuhan pakan kambing yang sedang dalam pertumbuhan dan kambing betina yang sedang bunting sebanyak 60% rumput dan daun-daunan, 40% kacang-kacangan dan konsentrat sebanyak 200-250 gr/ekor/hari. Kambing jantan dan betina dewasa, sekaligus sebagai pemacek membutuhkan pakank sebanyak 75% rumput dan daun-daunan, 25% kacang-kacangan dan konsentrat sebanyak 200-250 gr/ekor/hari. Induk kambing yang sedang menyusui membutuhkan pakan sebanyak 50% rumput dan daun-daunan, 50% kacang-kacangan dan konsentrat sebanyak 200-250 gr/ekor/hari. Waktu pemberian pakan hijauan bagi kambing yang dikandangkan, sebaiknya diberikan pada pagi hari terus menerus setelah selesai pembersihan kandang dan konsentrat diberikan 2x sehari yaitu jam 10 pagi dan jam 16 sore. Sedangkan kambing yang diperah sebaiknya pemberian pakan hijauan pakan setelah pemerahan. Kambing yang dilepaskan di padang penggembalaan dibiarkan saja merumput sampai sore dan konsentrat disediakan di lapangan. Pemberian air minum harus tersedia setiap saat dan harus memenuhi baku mutu air yang dapat diminum oleh manusia maupun oleh ternak.

Pembiakan

Ternak kambing paling baik dikawainkan apabila telah cukup umur (dewasa kelamin) dan telah mencapai berat badan yang cukup tinggi (dewasa tubuh). Perkawinan yang dapat dilakukan pada saat kambing betina telah birahi, yaitu pada jam ke 18-20 pada saat birahi berlangsung, dengan lama birahi 24-45 jam. Apabila tidak terjadi kebuntingan maka kambing betina tersebut akan birahi lagi pada hari ke 17-21 setelah terjadi birahi sebelumnya. Pengaturan perkawinan dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam jangka waktu 2 tahun dapat melahirkan 3 kali (setiap 7 bulan). Perbandingan antara jantan dan betina adalah 1 : 9 (setiap 1 ekor bibit kambing jantan dapat mengawini 9 ekor bibit kambing betina).

Penyakit

Ternak kambing termasuk yang tidak mudah diserang penyakit, asal pemeliharaannya dilakukan dengan baik. Akan tetapi karena kurangnya perhatian dalam pemeliharaan, maka sering terserang penyakit. Untuk mengatasi masalah tersebut maka peternak wajib melakukan upaya pengendalian, pemberantasan dan pengobatan penyakit secara tradisional dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar kita yang mudah didapatkan dan murah harganya.

  1. Cacingan Penyebab dari penyakit cacingan pada ternak kambing yaitu terjadi pada saat kambing memakan rumput. Telur cacing ikut termakan. Gejala-gejalanya: - Kurus, pucat, bulu berdiri. - Nafsu makan menurun dan sering mencret. - Pada kondisi serangan yang berat terlihat cacing pita pada kotoran. Cara pengobatan: - Giling 3 lembar daun pepaya kemudian tambah 1 sendok teh garam dapur lalu campurkan dalam 1 gelas air. - Campuran ini diminumkan untuk 1 ekor kambing setiap hari. - Lakukan pemberian larutan tersebut 2 kali seminggu selama 1 bulan.
  2. Mencret Mencret pada ternak kambing akibat adanya gangguan pada saluran pencernaan (usus). Gejala-gejalanya: - Ternak kambing terlihat lemah - Tinja yang keluar berupa cairan yang berwarna kuning kehijau-hijauan atau kuning kehijau-hijauan bahkan hitam kemerah-merahan. Pengobatan: Cara I: - Berikan daun pepaya segar sebagai pakan. - Tuangkan air mendidih di atas daun teh di dalam suatu wadah. Cara ini diulangi selama 1 minggu. Cara II: - Rebus akar alang-alang secukupnya, setelah disaring air rebusan tadi ditambahkan dengan sedikit gula merah. - Berikan setengah gelas larutan untuk setiap ekor kambing sampai mencretnya hilang.
  3. Kembung Perut Penyebab kembung perut adalah kegagalan pengeluaran gas dalam perut akibat ternak kambing makan rumput atau daun-daun yang masih basah atau embun. Bisa juga keracunan. Pengobatan: - Usahakan kambing tetap berdiri kemudian buka mulutnya dengan cara meletakkan kayu diantara kedua rahangnya. - Ambilkan minyak kelapa setengah gelas dan masukkan ke dalam mulut sambil mengurut-urut bagian perut yang kembung. - Bersamaan itu masukkan pipa karet atau tangkai daun pepaya ke dalam perut melalui anus. - Tekan bagian perut perlahan-lahan agar gas dapat keluar.
  4. Kudis (Scabies) Penyakit kudis (scabies) karena infeksi parasit pada kulit ternak. Cara pengobatan: - Mandikan ternak dan gosok dengan sabun sampai bersih lalu jemur sampai kering. - Ambil oli bekas secukupnya dan campur dengan belerang 100 gr yang sudah ditumbuk halus. Campur merata dan oleskan pada permukaan kulit yang sudah dibersihkan. - Pengobatan diulang setiap 3 hari sampai sembuh. Pemasaran Ternak kambing yang akan dipasarkan harus menggunakan alat transportasi khusus. Supaya ternak tersebut tetap sehat selama dalam perjalanan bahkan sampai di tempat pemotongan. Minimal 1 bulan terakhir sebelum dipasarkan atau dipotong, penggunaan obat sudah harus dihentikan.

No comments:

Post a Comment